Senin, 17 Desember 2012

pengaruh air pada jenis air yang berbeda (air cucian beras, air teh, air biasa)

KARYA ILMIAH

PENGARUH PENYIRAMAN JENIS MEDIA AIR YANG BERBEDA


Disusun oleh :
LATHIFAH FAUZI
Pilihan

NIS : 2214
XII IPA



SMAN 1 KELUMPANG HILIR
KABUPATEN KOTABARU
TAHUN AJARAN 2012/2013



KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya saya dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul ‘Pengaruh Penyiraman Jenis Media Air Yang Berbeda’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tapi saya berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah membantu saya dalam mengerjakan karya ilmiah ini. saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman SMAN 1 Kelumpang Hilir yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu saya berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Pada bagian akhir, saya akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu saya harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.
Semoga karya ilmiah yang saya buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

Batu Ampar, November 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………..1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..………………..…………….2
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah…………………….………………………..3
1.2    Rumusan Masalah……………………………………………….…………..5
1.3    Tujuan……………………………………………………………………………………….5
1.4    Hipotesis………………………………………………………………………..……….5
BAB II KAJIAN TEORI………………………………………………………..……………..……..6
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan………………………….…………………………………………9
3.2 Cara Kerja………………………………………………………………………………..10
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian……………………………………..10
3.4 Variabel…………………………………………………………………………………………10
3.5 Metode Pengumpulan Data…………………………………………….10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan…………………………………………………………………11
4.2 Pembahasan……………………………………………………………………………..19
BAB V KESIMPULAN………………………………………………………………………………….…20
PENUTUP………………………………………………………………………………………………………………..21
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………….22


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
   
Jumlah penduduk yang semakin bertambah menuntut tersedianya bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk untuk kelangsungan hidupnya. Salah satu bahan pangan yang menjadi kebutuhan penduduk adalah sayuran. Sayuran menjadi penting dalam kebutuhan pangan penduduk karena menjadi salah satu penyedia gizi berupa serat, vitamin, dan lain-lainnya yang dibutuhkan oleh manusia. Salah satunya  pada tanaman cabai yang terkandung beberapa vitamin seperti C, B1, B2, kalsium (Ca), Fosfor (P), dan senyawa alkali seperti capsaicin yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sayuran yang lainnya (Priastuti, 2011).
Meningkatnya harga cabai dimasyarakat sangat bergejolak, tetapi masyarakat tetap mengonsumsinya. Karena, cabai sangat penting didalam apa yang akan kita makan, seperti menambah selera makan.
Cabai adalah produk holtikultural sayuran yang digolongkan ke dalam tiga kelompok yaitu; Cabai Besar, Cabai Kecil, dan Cabai Hias. Diantara ketiga jenis cabai tersebut, cabai besar merupakan jenis yang paling banyak diperdagangkan dalam masyarakat. Cabai besar terdiri dari cabai merah besar dan cabai merah keriting.cabai merah besar memiliki kulit permukaan yang lebih halus dibandingkan cabai merah keriting, sedangkan cabai merah keriting memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan dengan cabai merah besar.


Tomat (Lycopersium esculentum) adalah sejenis sayuran buah musiman yang dapat ditanam didataran rendah ataupun dataran tinggi. Di Indonesia pengembangan budidaya tanaman tomat mendapat prioritas perhatian sejak tahun 1961, secara statistik potensi pasar buah tomat diproyeksikan mengalami peningkatan permintaan sayuran rata-rata pertahun sekitar 3,6 % - 4 % dalam periode 1988-2010. Dibalik warnanya yang merah, buah tomat banyak mengandung zat gizi, salah satunya adalah vitamin C. Kandungan vitamin C dalam 100 gr buah tomat masak yaitu 40 mg. Buah tomat mempunyai daya simpan yang tidak dapat bertahan lama, lebih dari 3 hari akan busuk, selain itu bila mutunya sudah tidak bagus atau tidak segar harga buah tomat juga akan murah. Bukan hanya sebagai buah yang memiliki rasa manis, tomat juga dapat dijadikan sebagai “jus, masker, ataupun sebagai bumbu masakan”. Banyaknya kegunaan tomat, tomat pun dapat merauk penghasilan para petani.
Terong disebut juga “Solanium Melongena L“. Terong adalah jenis sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan ataupun dapat dikonsumsi sebagai obat misalnya seperti : Menghambat kerusakan pembuluh darah, Mengatasi epileps, Mengobati sakit pinggang, Mengatasi Kanker dan Sebagai Kontrasepsi. Tanaman terong ini sangatlah mudah dikelola di lahan-lahan pertanian.

Sumber utama tumbuhan tetap bisa tumbuh yaitu dengan menggunakan media air. Air sangat berperan penting didalam proses pertumbuhan. Misalnya Air cucian beras, Air teh, dll. Air cucian beras sangatlah mudah dicari Karena hamper setiap hari kita memasak nasi, dari itulah kita bias mengambil air cucian beras itu sebagai bahan utama bagi pertumbuhan. Adapun dengan air teh, kita bias membelinya ataupun bekas dari kita minum teh.  Kita dapat memanfaatkannya sebagai media penyiraman.
Macam-macam air sangat berpengaruh bagi semua tumbuhan. Banyak mcam-macam kandungan zat-zat yang tersimpan didalam beberapa jenis air. Maka dari itu, kita bisa memanfaatkan media air sebagai penyiraman tumbuhan.
1.2    Rumusan Masalah
    Adapun rumusan masalah dan penelitian ini yaitu :
Adakah pengaruh penyiraman jenis air yang berbeda terhadap tanaman cabai dan tanaman pendamping yaitu tomat dan terong ?
1.3    Tujuan
A.    Untuk mengetahui pengaruh jenis air yang berbeda terhadap tumbuhan cabai, tomat, dan terung.
B.    Untuk membandingkan macam-macam tanaman yang akan diamati.

1.4    Hipotesis
Ada pengaruh jenis media air yang digunakan dalam penelitian. Perbandingan jenis tanaman juga berbeda dalam pertumbuhan masing-masing tanaman.



BAB II
KAJIAN TEORI

A.    PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
    PERTUMBUHAN
Adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversible (tidak kembali keadaan semula), terjadi karena pertambahan jumlah sel akibat adanya pembelahan sel secara mitosis dan pembesaran sel karena adanya penambahan substansi.
    PERKEMBANGAN
Adalah proses menuju pada kedewasaan yang ditandai dengan terspesialisasinya sel ke struktur dan fungsi tertentu.

Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan meliputi:
1.    Faktor luar
a.    Makanan: Makanan adalah sumber energy dan sumber materi untuk menyintesis berbagai komponen sel.
b.    Air: Air berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembaban, dan membantu perkecambahan biji.
c.    Suhu: Tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh dab berkembang
d.    Kelembaban: Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik terhadap pertumbuhan
e.    Cahaya: Tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak cahaya yang dibutuhkan berbeda di setiap tumbuhan
2.    Faktor dalam:
a.    Gen: Terkandung faktor-faktor sifat keturunan yang dapat diturunkan pada keturunannya, berfungsi mengantur reaksi kimia di dalam sel(missal sintesa protein).
b.    Hormon: Auksin, sitokinin, giberlin, asam traumalin, Kalin





B.    AKIBAT KEKURANGAN SETIAP UNSUR MINERAL PADA TUMBUHAN

Akibatnya antara lain yaitu :
1.    Gejala nitrogen (nitrogen)
2.    Daun berubah menjadi kuning (chlorosis)
3.    Fosfor (phosphorus) kehilangan daun pada pertumbuhan awal
4.    Belerang (sulfur) bermasalah dengan pertumbuhan)
5.    Tanaman berubah menjadi kuning
6.    Potassium (potassium) ujung daun dan sisi (tepi) daun berwarna kuning
7.    Mangan (manganese) Jaringan urat antara daun akan mati
8.    Seng (zinc) urat daun akan berwarna kekuningan
9.    Pertumbuhan batang dan daun yang tidak sempurna
10.    Kalsium ( calcium) bagian-bagian tanaman tumbuh tidak sempurnas
11.    Magnesium (magnesium) chlorosis
12.    Warna memudar
13.    Daun rontok
14.    Besi (iron) daun berubah menjadi kuning
15.    Tembaga (copper) pertumbuhan yang tidak sempurna
16.    Cepat layu
17.    Daun mengisut
18.    Pertumbuhan yang terhambat
19.    Boron (boron) daun muda tampak menutup
20.    Molybdenum (molybdenum) bintik kuning pada urat daun
21.    Vanadium (vanadium) pertumbuhan terhambat








BAB III
METODE PENELITIAN

3.1    Alat dan Bahan
Alat    :                Bahan        :
1.    9 buah kolibek            1. Biji Cabai, Tomat, dan Terong
2.    Penggaris/alat tulis        2. Air kulah
3.    Gelas (untuk menyiram /ml)    3. Air cucian beras
4.    Saringan                4. Air teh
5.    -                    5. Tanah + pupuk kandang (Humas)

3.2 Cara Kerja
1. siapkan 9 buah polibag ukuran sedang.
2. masing-masing polibag, isi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang (humus).
3. siram masing-masing polibag yang sudah tercampur (humas).
4. masukkan 10 biji tanaman , pada masing-masing tanaman yang sudah tersedia.
a. pot A1 tanaman cabai dengan air biasa
b. pot B1 tanaman cabai dengan air cucian beras
c. pot C1 tanaman cabai dengan air teh
d. pot A2 tanaman tomat dengan air biasa
e. pot B2 tanaman tomat dengan air cucian beras
f. pot C2 tanaman tomat dengan ait teh
g. pot A3 tanaman terong dengan air biasa
h. pot B3 tanaman terong dengan air cucian beras
i. pot C3 tanaman terong dengan air teh

5. siram tanaman setiap hari sekali pada sore hari dengan ukuran air 20ml/1gelas biasa.
6. amati apa yang terjadi, pengamatan dilakukan setiap seminggu 2kali pada hari rabu dan sabtu.

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu : 10 Oktober 2012
Tempat : Rumah Lathifah Fauzi, Batu Ampar Pondok 1

3.4 Variabel

    Variabel Bebas : banyak sedikitnya media air pada penamanan biji cabai, tomat, dan terong.
    Variable Terikat : pertumbuhan batang dan daun yang idikantor tinggi batang, luas daun, diameter, dan banyak tanaman.

3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan eksperimen/percobaan




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
Setelah dicatat dan diamati berikut hasil pengamatan:
Hari ke-1
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -
A.Beras     -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -
A.Teh    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -
Keterangan :    Belum ada yang tumbuh.

Hari ke-2
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    1,2    0,3    @2    0,1    1,4    0,2    @2    0,1    3,5    0,76    @2    0,2
A.Beras     1,8    0,35    @2    0,1    1,5    0,3    @2    0,1    5,1    0,96    @2/4    0,2
A.Teh    2,2    0,42    @2/4    0,1    2,2    0,4    @2/4    0,1    4,8    0,8    @2    0,2
Keterangan :     tanaman mulai tumbuh, perbedaan tinggi tanaman sudah mulai terlihat.


Hari ke-3
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    2,4    0,64    @2    0,1    3,4    1,9    @2    0,1    4,2    1,14    @4    0,2
A.Beras     3,5    1,2    @2    0,1    3,2    1,2    @2    0,1    6,2    1,54    @4    0,2
A.Teh    2,8    0,9    @2    0,1    2,4    0,9    @2    0,1    5,8    1,54    @4    0.2
Keterangan :    daun mulai tumbuh baru pada tanaman tomat, daun gelombang tanaman tomat sudah terlihat.

Hari ke-4
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    3,6    4,94    @4    0,1    5,2    3,68     @4    0,2    6,2    2,53    @4    0,3
A.Beras       5    4,75    @4      0,1    4,5    4,56    @4    0,2    9,8    4    @5/4    0,3
A.Teh    5,2    5,22    @4/2    0,1    5,2    3,74    @4    0.2    9,1    3,52    25/6    0,3
Keterangan :     beberapa daun mati, dikarenakan dimakan siput/kakiribu (hama tanaman).  Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 9 2. Pot B1=10 3. Pot C1=15 4. Pot A2=8 5. Pot B2=7 6.Pot B2=8 7.Pot C1=6 8.Pot C2=2  9.PotC3=7








12
Hari ke-5
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter
A.Biasa    4,7    5,4    @5    0,1    5,9    8,84    @4    0,2    7,2    6,5    @4    0,3
A.Beras     6    4,48    @6/5    0,1    5,5    5    @4    0,2    11,6    10,5    @5    0,4
A.Teh    5,8    4,16    @5    0,1    5,9    3,6    @4    0,2    10,9    9,5    @6    0,4
Keterangan :    Pada tumbuhan pada Pot A2, beberapa tanaman terong mati. Dari jumlah 8 tanaman menjadi 4 tanaman yang tersisa.  Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu; 1. Pot A1 = 7 2. Pot B1=10 3. Pot C1=14  4. Pot A2=4  5. Pot B2=7  6.Pot B2=8 7.Pot C1=6  8.Pot C2=2 9.PotC3=8

Hari ke-6
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    6    20    @6    0,2    7,5    8,75    @6    0,4    8,4    10,8    @6    0,5
A.Beras     9    15,4    @5/7    0,2    7,5    10,9    @4/6    0,4    15,5    18    @6/7    0,7
A.Teh    8,7    15    @6    0,2    7    10,1    @5    0,4    14,5    17,5    @7    0,7

Keterangan:    banyak tanaman pada masing-masing tanaman yang berturunnya jumlah     tanaman yang ada di masing-masing pot. Pada tanaman A2 satu tanaman     layu, pada pot C1 berkurang 3 tanaman tomat, pot B2 berkurang 1 tanaman terong, dan pot A1 berkurang 5 tanaman cabai.           
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu; 1. Pot A1 = 2  2. Pot B1=10     3. Pot C1=14 4. Pot A2=3 5. Pot B2=7 6.Pot B2=7  7.Pot C1=3  8.Pot C2=2  9.PotC3=8






13
Hari ke-7
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    8,7    28,6    @6/8    0,4    9,5    25,4    @4/7    0,5    10,6    15,2    @4/7    0,6
A.Beras     12,3    23,4    @6/8    0,4    9    14,4    @5/7    0,4    19,5    33,2    @8/9    1
A.Teh    11,8    23,6    @6/7    0,4    9,5    18    @6/7    0,5    19,8    29,4    @8/9    1,2

Keterangan :    pada tanaman pot A2 tanaman cabai mengalami tumbuhan menjadi layu, Hingga tersisa 2 tanaman. Pada pot B2 dan C1 mengalami kematian satu jenis tumbuhannya.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;     1. Pot A1 = 2  2. Pot B1=10      3. Pot C1=14  4. Pot A2=2  5. Pot B2=7  6.Pot B2=6  7.Pot C1=2  8.Pot C2=2  9.PotC3=7



Hari ke-8
Indikator/ media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    12,3    35,2    @7/8    0,9    9,8    45    @6/8    1,2    12,5    33    @7    1,1
A.Beras     16,5    33,7    @6/10    0.9    10    23,1    @7/8    1,2    22,3    32,6    @9    1,6
A.Teh    15    30    @8    0,9    11    34,2    @7    1,2    23,8    31,2    @10    1,8

Keterangan :     pertumbuhan tinggi tanaman semakin drastis.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu; 1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=13  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7  6.Pot B2=7  7.Pot C1=2  8.Pot C2=2   9.PotC3=7












14
Hari ke-9
Indikator/ media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    15,5    58    @8/10    1,3    11,5    68,4    @6/8    1,3    13,5    18,6    @5/7    1,4
A.Beras     19    48,6    @10    1,1    13,5    25,3    @7/8    1,2    23    37,6    @7/9    1,9
A.Teh    18,6    44,2    @9/10    1    12, 2    44,4    @6/7    1,2    27    40,2    @9/11    2

Keterangan :     tinggi tanaman dan luas daun meningkat.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu; 1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=13  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7  6.Pot B2=7  7.Pot C1=2  8.Pot C2=2   9.PotC3=7


Hari ke-10
Indikator/ media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    23    100    @14    1,6    15    137    @7/10    1,8    16,5    31,8    @6/8    1,5
A.Beras     26    70,4    @15    1,4    16,5    52,8    @5/7    1,4    32    43,5    @11    1,7
A.Teh    26    67,8    @14    1,6    14,5    84    @5/7    1,5    38,5    93,6    @13    2,0

Keterangan :     diameter batang semakin membesar.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;1. Pot A1 = 2  2. Pot B1=9   3. Pot C1=14 4. Pot A2=3 5. Pot B2=7  6.Pot B2=7  7.Pot C1=3 8.Pot C2=2   9.PotC3=6














15

Hari ke-11

Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    24,2    120    @15    1,8    16    160    @11/8    2,2    17,6    32    @6/9    2,2
A.Beras     29    84,9    @14    1,7    17    58,8    @6/7    1,6    38    98,1    @11    2,1
A.Teh    35    74,7    @16    1,9    15    97,7    @5/7    1,8    40,5    96,4    @13    2,2

Keterangan :     tinggi tanaman semakin tinggi dan daun tanaman semakin lebar.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=14  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7   6.Pot B2=7   7.Pot C1=3    8.Pot C2=2    9.PotC3=6



Hari ke-12
Indikator/ media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    29,5    180    @27    2,1    19    201    @7/10    2,5    23    45,1    @5/7    2,3
A.Beras     37,4    101    @14    1,8    18    89,2    @8/12    1,7    40    125    @7/9    2,2
A.Teh    32,6    87,7    @17    2    16    119    @5/6    1,9    48,4    179    @14    2,5

Keterangan :    Pada pot A1 yang ada pasa tanaman cabai tumbuh daun-daun pada tangk  hai daun.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=14  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7   6.Pot B2=7   7.Pot C1=3    8.Pot C2=2    9.PotC3=6











16


Hari ke-13
Indikator/ media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    35    224    @37    2,5    23,5    260    @7/12    2,8    30    77,2    @8/10    2,3
A.Beras     35,5    113    @26    1,8    20    106    @6/7    1,8    44,5    125    @12    2,3
A.Teh    34,5    89,6    @16    2,2    17,5    110    @6/9    1,9    60    196    @15    2,8

Keterangan :     Daun cabai keripu.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=14  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7   6.Pot B2=7   7.Pot C1=3    8.Pot C2=2    9.PotC3=6


Hari ke-14
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    43    225    @42    2,3    29,5    316    @12    2,8    40    78,8    @12    2,4
A.Beras     55    100    @18    2,2    22    121    @8    1,7    56    131    @14    2,3
A.Teh    40    85,4    @12    1,7    19,2    122    @9    2,1    73    124    @17    2,9

Keterangan :    Daun me ngering dan layu.  Pada pot A1, B1, C1 daun layu, sedangkan pada pot A2, B2, C2 daun menguning di ujung daun dan pada pot A3 daun mengalami pengaruh keriput pada tanaman.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=14  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7   6.Pot B2=7   7.Pot C1=3    8.Pot C2=2    9.Pot C3=6











17

Hari ke-15
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    49    230    @55    2,3    35    325    @16    3,0    46    123    @13    2,0
A.Beras     60    124    @43    2,1    24    127    @8/7    2,0    58,5    177    @15    2,2
A.Teh    40,3    111    @43    2,0    21,5    135    @10/7    1,9    80    250    @20    2,6

Keterangan :    semua tanaman banyak yang layu, tanaman cabai semakin banyak menumbuhkan daunnya.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=14  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7   6.Pot B2=7   7.Pot C1=3    8.Pot C2=2    9.PotC3=6



Hari ke-16
Indikator/media    Tanaman cabai    Tanaman terong    Tanaman tomat
    Tinggi    Luas    Banyak daun    Diameter    Tinggi    Luas    Banyak daun    diameter    Tinggi    luas    Banyak daun    diameter
A.Biasa    58    252    @43    3,0    38    326    @23    4,4    49    174    @16    2,3
A.Beras     72    151    @35    2,2    26    141    @6/9    2,1    65    183    @20    2,3
A.Teh    42    111    @53    2,2    22    142    @7/11    1,9    96    276    @22    3,9

Keterangan :    Pot A1 daun semakin melebar, Pot A2 penambahan tinggi batang tanaman, Pot A3 daun tumbuh banyak pada tangkai daun, Pot B1 diameter semakin besar, dan pada Pot C1 daun paling ujung Mati.
Banyak tanaman pada masing-masing pot yaitu;  1. Pot A1 = 2   2. Pot B1=9  3. Pot C1=14  4. Pot A2=3  5. Pot B2=7   6.Pot B2=7   7.Pot C1=3    8.Pot C2=2    9.PotC3=6









18
4.2 PEMBAHASAN
Pertumbuhan tanaman cabai, terung, dan tomat pada masing-masing pot sangat berbeda. Dari jenis tinggi tanaman, lebar daun, diameter daun, dan jumlah daun yang di hasilkan pada masing-masing tanaman sangat berbeda. Perbandingan rata-rata tanaman pada media air yang berbeda yaitu :
•    Media Air Biasa    :     -Tinggi    = 17,38    (16 kali Pengamatan)
-Luas    = 83,9        (16 kali Pengamatan)
-Diameter = 1,9    (16 kali Pengamatan)
•    Media Air Beras    :    -Tinggi    = 21,5        (16 kali Pengamatan)
-Luas     = 55,9        (16 kali Pengamatan)
-Diameter = 1,2    (16 kali Pengamatan)
•    Media Air Teh    :    -Tinggi = 24,5    (16 kali Pengamatan)
-Luas = 63,2        (16 kali Pengamatan)
-Diameter = 1,2    (16 kali Pengamatan)
Kandungan Air yang ada pada masing-masing jenis Air sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini dikarenakan adanya factor eksternal dan Internal. Jadi perbandingan dari ketiga jenis Air. Air the lah yang sangat bagus di gunakan sebagai penhyiraman yang begitu handal untuk pertumbuhan jenis tanaman yang berbeda.














19
BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data yang telah saya uraikan dalam penelitian ini. ternyata hipotesis dengan penelitian yang saya lakukan sama. Adanya pengaruh jenis air yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman, Seperti ketiga tanaman yang saya teliti. Jadi, kesimpulan yang saya ambil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh jenis air yang berbeda, karena adanya faktor internal seperti adanyanya berbagai macam kandungan yang ada didalam jenis air yang berbeda yang dapat menyuburkan tanaman. Contohnya pada Air kencing kandungan yang sangat berguna yaitu adanya protein.





















20
PENUTUP
Demikian atas karya ilmiah yang saya buat. Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Terimakasih saya ucapkan kepada guru pembimbing saya yang telah membimbing saya dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Atas segala kekeliuran dalam perangkaian kata dan kata-kata yang saya tulis, saya mohon maaf. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. Saran dan Kritik saya nantikan.


























21
Daftar Pustaka
Pratiwi, D.A., Maryati, Sri, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga
Anonim1, 2008. Bahan Penyubur Tanaman. (Online), http://pinginpintar.com/.
http://free.vlsm.org/v12/sponsor/SponsorPembanding/Praweda/Biologi/0054%20Bio%202-3a.htm
http://yohanesss.multiply.com tanggal 14 februari 2009
http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=205 tanggal 4 maret 2009

http://erfanipress.blogspot.com/2008/07/jangan-gelisah-50-langkah-mengatasi.htm tanggal 4 maret 2009

http://perikanantangkap.ipb.ac.id/index.php?aksi=lihat&id=206&mod=yes&pilih=news tanggal 10 januari 2009
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0055%20Bio%202-3b.htm

Abaikan peringatan






TERIMA KASIHHHHHHHH.........

Minggu, 02 Desember 2012

Rahasia DNA

TUGAS BIOLOGI
(Rahasia Dibalik Tes DNA)




Disusun oleh    :    -lathifah fauzi
                        -vicky faradilla
Kelas            :        XII IPA



SMAN 1 KELUMPANG HILIR
KABUPATEN KOTABARU
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta karunia-Nya “TUGAS BIOLOGI” dapat terselesaikan.
Tugas ini telah kami kerjakan sebaik mungkin, serta penyajian dan penampilan yang sedemikian rupa. Semoga tugas yang saya kerjakan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.
Akhirnya kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu Guru SMAN 1 Kelumpang Hilir dan pengajar BIOLOGI yang telah member bimbingan yang sangat berguna bagi kita semua.
Itulah sepatah kata yang dapat kami sampaikan untuk teman-teman semua.



Batu Ampar, 7 oktober 2012


PENULIS

Rahasia Dibalik DNA
Rubrik: Kesehatan - Dibaca: 4900 kali

Istilah tes DNA kerap kita dengar melalui media massa. Entah itu lewat film, berita kriminal terkait  identifikasi korban atau infotainment yang meributkan siapa ayah kandung dibalik anak seorang artis. Lantas, apa itu DNA dan misteri apa yang tersimpan di dalamnya?
     Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) atau asam dioksi ribo nukleat adalah materi yang terdapat dalam inti sel setiap makhluk hidup. Rangkaian DNA disebut kromosom. Jika kita  melihat ciri fisik manusia, tak terbayangkan betapa banyak dan rumitnya stuktur DNA mereka. Bagaimana tidak, setiap orang berbeda fisiknya mulai dari ujung kepala hingga kaki. Ada yang berambut lurus, keriting, berhidung mancung, kulit hitam, sampai putih. Selain itu, DNA juga membawa informasi mengenai sifat dan bakat seseorang. Misalnya ayah mempunyai gen seni lalu diwariskan kepada anaknya.
            Menariknya, dugaan struktur DNA kompleks justru tidak terbukti. Francis Crick, salah satu penemu struktur molekul DNA mengatakan, struktur DNA makhluk hidup sangat sederhana. Basis untuk kode DNA itu ada empat yaitu A (adenine), T (thymine), C (cytosine) dan G (guanine). Setiap kombinasi dari basis DNA itu membentuk rangkaian asam amino yang merupakan bahan pembuat protein, misalnya ATG, GAA. Masing-masing mewakili jenis asam amino tertentu.
            Begitu besar peluang terbentuknya asam amino ternyata para ahli hanya dapat menemukan 20 kombinasi asam amino yang membentuk protein seluruh makhluk di muka bumi. Ajaib bukan?
           

Menurut Ketua Departemen Biologi Kedokteran FKUI Dr Dwi Anita Suryandari, M. BIOMED, pada dasarnya zat pembentuk manusia itu sama. Berupa protein tapi berbeda kadarnya. Protein insulin, misalnya. Anda pasti pernah mendengar penyakit diabetes? Nah, penyakit ini timbul karena yang bersangkutan kekurangan protein insulin. “Perbedaan gen ini yang disebut variasi genetik yang diwariskan  dari ayah dan ibunya,” ujar dokter yang akrab disapa Anita ini.
            Lalu, informasi apa yang bisa kita ketahui dari kode rantai DNA? Jawabannya sungguh tak terduga. Semua informasi genetis tersimpan dalam DNA. Melalui kode rantai DNA, ciri fisik seseorang bisa diketahui. Tak hanya itu, setiap kode rantai DNA mengendalikan beribu sistem dan proses yang berbeda dalam sel tubuh manusia.

Tes DNA
            Spesialis forensik dr Wibisana W. SpF (K) mengatakan, umumnya tes DNA bertujuan mengidentifikasi. Untuk itu diperlukan pembandingnya. Misalnya Anda ingin mengetahui DNA maka Anda harus membandingkan darah Anda dengan orangtua atau anak. “Tes DNA sangat berguna untuk mengetahui identitas seseorang seperti dalam kasus pemboman kemarin itu,” tutur Wibisana.
            DNA merupakan bagian terkecil dari sel. Bukan hanya manusia yang memiliki sel tapi juga virus dan kuman. Jadi, tes DNA bisa pula digunakan untuk mengidentifikasi penyakit. “Nah, terbukti kan kalau tes DNA itu bermanfaat. Tergantung maunya apa dan siapa yang menggunakannya,” ujar staf pengajar kedokteran forensik FKUI itu.
            Ada dua laboratorium yang melayani tes DNA yaitu Laboratorium Pusdokkes Polri Jakarta Timur dan Lembaga Bio Molekuler Eijkman Jakarta Pusat. Untuk melakukan tes DNA, Anda perlu merogoh kocek yang tak sedikit. Tes DNA per paket di Lembaga Eijkman, contohnya, mencapai Rp7,5 juta.
Metode Tes DNA
Metode tes DNA yang umumnya digunakan di dunia ini masih menggunakan metode konvensional yaitu elektroforesis DNA. Sedangkan metode tes DNA yang terbaru adalah dengan menggunakan kemampuan partikel emas berukuran nano untuk berikatan dengan DNA. Metode ini ditemukan oleh dua orang ilmuwan Amerika Serikat yaitu Huixiang Li dan Lewis Rothberg.
Prinsip metode ini adalah mempergunakan untai pendek DNA yang disebut Probe yang telah diberi zat pendar. Probe ini dirancang spesifik untuk gen sampel tertentu dan hanya akan menempel/berhibridisasi dengan DNA sampel tersebut. Partikel emas berukuran nano dalam metode ini berperan dalam mengikat Probe yang tidak terhibridasi. Pendeteksian dilakukan dengan penyinaran pada panjang gelombang tertentu. Keberadaan DNA yang sesuai dengan DNA Probe dapat dilihat dari pendaran sampel tersebut. Jumlah DNA target tersebut kira-kira berbanding lurus terhadap intensitas pendaran sinar yang dihasilkan.
Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode konvensional adalah pada kecepatan dan harganya yang jauh lebih cepat dan murah dibandingkan metode elektroforesis DNA. Tetapi karena metode ini masih tergolong baru, sehingga masih dalam pengembangan di Amerika Serikat, sehingga untuk penguna (user) di Indonesia, sekarang ini belum dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, karena memang belum terdapat di Indonesia.
Tahapan Metode Tes DNA
Untuk metode tes DNA di Indonesia, masih memanfaatkan metode elektroforesis DNA. Dengan intreprestasi hasil dengan cara menganalisa pola DNA menggunakan marka STR (short tandem repeats). STR adalah lokus DNA yang tersusun atas pengulangan 2-6 basa. Dalam genom manusia dapat ditemukan pengulangan basa yang bervariasi jumlah dan jenisnya. Dengan menganalisa STR ini, maka DNA tersebut dapat diprofilkan dan dibandingkan dengan sampel DNA terduga lainnya.
Dari berbagai literatur yang penulis pelajari, pada dasarnya tahapan metode tes DNA dengan cara elektroforesis meliputi beberapa tahapan berikut yaitu pertama tahapan preparasi sampel yang meliputi pengambilan sampel DNA (isolasi) dan pemurnian DNA. Dalam tahap ini diperlukan kesterilan alat-alat yang digunakan. Untuk sampel darah, dalam isolasinya dapat digunakan bahan kimia phenolchloroform sedangkan untuk sampel rambut dapat digunakan bahan kimia Chilex. Selanjutnya DNA dimurnikan dari kotoran-kotoran seperti protein, sel debris, dan lain lain. Untuk metode pemurnian biasanya digunakan tehnik sentrifugasi dan metode filtrasi vakum. Tetapi berbagai ilmuwan telah banyak meninggalkan cara tersebut dan beralih ke produk-produk pemurnian yang telah dipasarkan seperti produk butir magnet dari Promega Corporation yang memanfaatkan silica-coated paramagnetic resin yang memungkinkan metode pemisahan DNA yang lebih sederhana dan cepat.
Tahapan selanjutnya adalah memasukan sampel DNA yang telah dimurnikan kedalam mesin PCR (polymerase chain reaction) sebagai tahapan amplifikasi. Hasil akhir dari tahap amplifikasi ini adalah berupa kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel. Selanjutnya kopi urutan DNA ini akan dikarakterisasi dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Pola pita inilah yang disebut DNA sidik jari (DNA finger print) yang akan dianalisa pola STR nya. Tahap terakhir adalah DNA berada dalam tahapan typing, proses ini dimaksudkan untuk memperoleh tipe DNA. Mesin PCR akan membaca data-data DNA dan menampilkannya dalam bentuk angka-angka dan gambar-gambar identfikasi DNA. Finishing dari tes DNA ini adalah mencocokan tipe-tipe DNA.



Penelitian seputar DNA
            Saat ini, penelitian terhadap DNA menghasilkan rekomendasi untuk mengurangi risiko penyakit, misalnya agar penyakit tidak mudah menyebar. Bahkan, ke depannya, dengan hanya mengetahui kode DNA, kita dapat mengantisipasi penyakit sehingga tidak perlu lagi berobat. “Dunia kedokteran sangat terbantu jika penelitian tentang gen ini sudah terbukti. Dengan begitu kita bisa mengetahui apa yang kurang dari gen seseorang lalu memberinya takaran yang tepat,” imbuh wanita kelahiran 6 September 1968 ini.
            Misalnya, diketahui ada bayi yang kekurangan protein insulin dalam gennya. Selanjutnya, dokter tinggal menambahkan gen protein insulin buatan ke dalam tubuh si bayi. Sehingga kelak dia tak lagi bergantung pada suntikan insulin. Inilah yang disebut terapi gen. Yaitu, mengambil gen insulin yang rusak dan menggantinya dengan yang normal.
            Namun, bisa dipastikan biaya yang dibutuhkan untuk itu sangat mahal. Sebab metode ini berkaitan dengan susunan terkecil dari manusia, tentunya butuh penelitian dan peralatan yang luar biasa canggih. Selain itu, Anita menambahkan, harus pula dilihat bagaimana mengantarkan gen yang dibutuhkan itu ke dalam tubuh, apakah ada efek sampingnya dan bagaimana menanggulanginya. Jika penelitian ini berhasil, jelas akan ada kemajuan yang luar biasa di dunia kedokteran.
            Bayangkan saja, setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom. Satu  pasang di antaranya adalah kromosom seks (genosom) yang menunjukkan jenis kelamin seseorang, yakni XY untuk laki-laki dan XX untuk perempuan. Sisanya, 22 pasang kromosom (autosom), yang tengah diteliti informasi apa saja yang terdapat di dalam kromosom-kromosom tersebut. Kelak, tidak tertutup kemungkinan untuk mengetahui kromosom apa yang bermasalah pada seseorang dan kemudian akan diterapi sesuai jenis kromosomnya.

Akibat kelainan DNA
            Kelainan DNA bisa menyebabkan penyakit, di antaranya Down Syndrome (DS) dan penyakit autoimun.
            Penderita DS di Indonesia sekitar 300.000 kasus yang merupakan 15% dari total penderita DS di seluruh dunia.            Penyebab terjadinya DS adalah jumlah kromosom 21 tidak sepasang, tetapi berlebih, di mana kromosom X-nya tiga buah dan kromosom Y satu (XXX+Y), padahal normalnya XX+XY. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan pembelahan, sehingga kromosom yang seharusnya saling memisahkan diri, tidak terjadi. Kelainan ini berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental pada anak.
            Penderita DS memiliki ciri khas berupa bentuk kepala yang relatif kecil dibandingkan anak normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada wajah, biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua, baik pada tangan maupun kaki, melebar.
            Keluhan yang biasanya dirasakan orangtua pada anak penderita DS adalah keterlambatan perkembangan fisik dan mentalnya. Dengan IQ antara 50-70, wajar jika perkembangan fisik, seperti kemampuan berjalan dan berbicara, anak penderita DS lebih lambat dari anak biasa. Namun, dengan latihan otot yang dilakukan sedini mungkin, dapat mempercepat kemajuan pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga mereka dilatih dan dididik menjadi manusia yang mandiri seperti anak biasa. Bahkan, latihan ini dapat menaikkan IQ anak penderita DS menjadi 90.

           


               



PENUTUP


Demikian tugas yang kami buat tentang “rahasia dibalik tes DNA. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari tugas tersebut. Kami mengharap kritik dan saran dari pembaca, karena itu merupakan factor-faktor penunjang bagi kami, dan semoga dapat memberikan pengetahuan bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.








DAFTAR PUSTAKA
Albert Lehniger. 1982. Principles of Biochemistry. New York:Worth Publisher,Inc.
Eijkman Institute For Molecular Biologi. 2008. Identifikasi DNA. Situs Web Eijkman Institute
Fessenden dan Fessenden. 1986. Kimia Organik Jilid 2 Edisi Ketiga. Diterjemahkan oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Penerbit Erlangga. Jakarta
Freewebs.com.2006. Pengumpulan DNA, Ekstraksi DNA, dan Kuantifikasi DNA. www.freewebs.com/pengumpulansampeldna/ekstraksifasepadat.htm
H.M. Hawab. 2004. Pengantar Biokimia. Bayumedia Publishing. Jawa Timur
Robert. K. Murray. 1999. Harper’s Biochemistry (Edisi Terjemahan). Jakarta
Net-encyclo.com. 2008. DNA. http://www.net-encyclo.com/id/DNA
Okezone.com. 2008. Mengutak-atik Tes DNA. Situs Web okezone.com
Sentausa. 2008. Tes DNA Murah Meriah. Situs Blog Sentausa
Sinly Evan Putra. 2006. DNA fingerprint, Metode Analisis Kejahatan pada Forensik. Situs Web Kimia Indonesia (www.chem-is-try.org)
Supangat. 2007. Pemurnian DNA di Dapur Rumah Kita, Mungkinkah?. Situs Web Berita Iptek (www.beritaiptek.com)
Wikipedia. 2008. Genealogical DNA Test. Situs Web Wikipedia.